BERJALAN DI TITIK, BERHENTI DI KOMA, TAK ADA JAWABAN DARI TANDA TANYA
- Apa sebenarnya yang harus di cari dalam hidup ini? Begitu gampangnya
manusia mengatakan “mencari kebahagiaan dunia dan akhirat, itulah yang
aku cari hidup di dunia”. Memang 100% benar dan sangatlah tepat
kata-kata tadi, (TAPI) nah, disini yang menjadi objek pada tulisan kali
ini.
Kita sering berjalan di titik, berhenti di koma hingga tidak pernah menemukan setiap jawaban dibalik tanda tanya.
ADA FILOSOFI APA PADA KALIMAT DIATAS?
Kalau kita lihat pada kaedah penulisan, tanda titik (.) adalah
berhenti, tanda koma (,) masih ada kelanjutannya, tanda tanya (?)
merupakan sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban. Kemudian apa
hubungannya dengan kehidupan?
BERJALAN DI TITIK
Merupakan sebuah gambaran bahwa untuk terwujudnya keselarasan dalam
hidup, agama sudah menerapkan hukum dan kaedah-kaedah yang tidak boleh
dilanggar. TAPI sayangnya kita kita mengatakan “mencari kebahagiaan
dunia dan akhirat, itulah yang aku cari hidup di dunia”, selalu
menerjang aturan paten yang sudah ditetapkan agama. Inilah filosofi yang
terkandung “berjalan dititik”.
BERHENTI DI KOMA
Seperti layaknya kebanyakan manusia yang mudah dihinggapi keputusasaan,
katakanlah saat ada tujuan pastilah kita akan mendapati drama ujian dari
setiap keinginan. Padanya ada qur’an yang sudah menunjukkan jalan untuk
mencapai impian, padanya ada hadits Rasulullah yang akan selalu
memotivasi langkah kita, padanya ada petuah bijak dari kaum
salafushshalih yang bisa kita jadikan teladan. TAPI sayang cita-cita
harus terhenti ditengah jalan karena hati kita sudah dihinggapi oleh
virus ‘putus asa’.
TAK ADA JAWABAN DI TANDA TANYA
Mungkin kita sering mengalami saat-saat dalam kebuntuan dan ingin
mencari jalan keluar, TAPI kita tidak pernah menemukan jalan keluar
alias buntu. Hal ini bisa disebabkan kalau kita menganggap ringan atau
bahkan menyepelekan (memandang ringan) kekuatan do’a dan dzikir.
Jadi intinya, kita memang tidak akan pernah mampu untuk sempurna bisa
berjalan lurus diatas garis hukum agama. Tapi setidaknya kita bisa
menyeimbangkan antara pencarian kita terhadap dunia dengan pencarian
kita mencari bekal hidup bahagia di akhirat sana. Ada saatnya saat
keimanan melemah kita tidak mampu terhindar dari dosa, pada saat itu
juga kita bisa mengimbanginya dengan pertaubatan yang sungguh-sungguh.
Dan ini merupakan salah satu yang disukai Allah ketika melihat hambaNya
melakukan dosa kemudian diikuti dengan permohonan ampun. Islam tidak
pernah mengajarkan putus asa pada pemeluknya, begitu juga Islam akan
selalu memberikan jalan keluar pada setiap permasalahan dalam
tuntunannya Yang Maha Mulia.
Wallahu’alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar