sekenario Isra Mi’raj dan Tafsir Fisik ..
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam
dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya
oleh Allah agar Kami perhatikan kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat” (QS Al Isra:1).
Dalam ayat in, Allah sudah menjelaskan
skenario perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad. Sehingga dengan
berpatokan pada ayat ini, kita bisa memperoleh pemahaman yang sangat
memadai tentang mukjizat Isra dan Mi’raj tersebut.
Dalam
tinjauan Agus Mustofa (2006:11), setidak-tidaknya ada delapan kata kunci
yang menjadi catatan penting dan menuntut pemahaman kita menembus
batas-batas langit untuk menafsir perjalanan kontroversial ini. Baiklah,
jika kita mencoba untuk menguraikan makna kata-kata tersebut, maka akan
menjadi seperti ini:
Catatan pertama, terdapat pada akata
Subhanallah, Maha Suci Allah. Hal ini mengisyaratkan bahwa persitiwa ini
sangat luar biasa. Saking spesialnya kejadian ini, Allah sendiri memuji
diri-Nya dengan ucapan Subhanallah. Barangkali inilah salah satu bukti
bahwa Allah adalah Maha dari segala Maha. Maha tanpa batasan ruang,
waktu, bahkan massa. Sehingga lanjut Quraish Shihab (1992:338),
peristiwa ini membuktikan bahwa ‘ilm dan qudrat Tuhan meliputi dan
menjangkau, bahkan mengatasi segala yang finite (terbatas) dan infinite
(tak terbatas) tanpa terbatas ruang dan waktu.
Catatan kedua,
adalah dalam kata asraa, yang telah memperjalankan. Ini berarti bahwa
perjalanan Isra Mi’raj bukan atas kehendak Rasulullah, melainkan
kehendak Allah. Dengan kata lain, kita juga memperoleh ‘bocoran’ bahwa
Rasul tidak akan sanggup melakukan perjalanan itu atas kehendaknya
sendiri. Saking dahsyatnya perjalanan ini, jangankan manusia biasa,
Rasul sekali pun tidak akan bisa tanpa diperjalankan oleh Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar